Kuasa Hukum Kivlan Zen Bantah Atas Tuduhan Kliennya Dalang Rencana Pembunuhan

Jakarta,nusantaratodays.com – Kuasa Hukum Kivlan Zen membantah tidak benar aras tuduhan yang dihadapi kliennya sebagai dalang rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pengusaha lembaga survei, serta tuduhan lain tentang makar dan kepemilikan senjata api ilegal.

Tim kuasa hukum Kivlan Zein, Tonin Tachta Singarimbun,SH, yang juga didampingi oleh Julianta Sembiring,SH dan Ananta Rangkugo,SH disalah satu tempat, di Jakarta (11/6).T

Tonin Tachta Singarimbun mengatakan ” dengan ditetapkannya atau diberitahukan bahwa kliennya sebagai otak rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu pengusaha lembaga survei adalah tidak benar dan terbantahkan” ujar Tonin.

Seperti diketahui, bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya adalah menurut pengakuan dari Helmi Kurniawan alias Iwan yang ditangkap oleh polisi pada tanggal 21 Mei 2019 di salah satu hotel di Jakarta. Penangkapan tersebut atas laporan Dimas Mada,SH,MH.

Itu adalah pernyataan dari Iwan, berdasarkan hasil pengakuannya kepada pihak kepolisian yang disampaikan dalam Berita Acara Pemeriksaan kepadanya.

Tonin mengkritik bahwa hasil pengakuan dari berita acara pemeriksaan terhadap Helmi Kurniawan alias Iwan, tidak bisa dijadikan konsumsi publik. Seharusnya pihak kepolisian melakukan kroscek cek dan mengkonfrintir pernyataan tersebut kepadanya kliennya. Dan itu bisanya nanti pada saat pemeriksaan di kepolisian dan pembuktikan di pengadilan.

Jadi apa yang dituduhkan kepada klien kami adalah tuduhan sepihak yang mengada-ada bahkan cenderung berupa pengalihan isu saja.

Pihaknya mengetahui pernyataan tuduhan kepada kliennya, yang disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Muh.Iqbal dengan Wadireskrimum Polda Metro
dan dari Dinas Penerangan AD dalam jumpa pers yang diadakan di salah ruang di Kemenko Polhukam pada 11 Juni 2019. Tutur Tonin.

Adapun mengenai dana yang diberikan oleh Kivlan Zen kepada Iwan sebesar 11 ribu dollar Singapura adalah untuk biaya operasional pengumpulan massa untuk melakukan aksi peringatan Super Semar. Jadi tidak betul kalau rencana pembunuhan terhadap para tokoh yang dituduhkan kepada Kivlan telah direncanakan sejak bulan Oktober 2018 terbantahkan.

Karena uang yang diterima Iwan adalah untuk aksi tanggal sebelas Maret dan uang tersebut diterima Iwan pada tanggal 7 Maret.

Rencana aksi yang di janjikan Iwan tidak pernah terlaksana. Akhirnya uang yang diterimanya diminta untuk dikembalikan. Meskipun sampai saat ini uang tersebut belum pernah dikembalikan Iwan. Sampai akhir Iwan di tangkap polisi.

Untuk pengadaan senjata api Tonin juga membantahnya. Menurut penuturan Kivlan kepada Tonin, bahwa senjata api yang dibeli adalah untuk digunakan penjaga kebunnya Kivlan Zen berjaga-jaga dari babi yang sering masuk merusak kebun milik Kivlan Zen yang terletak di gunung Pancar, Bogor. Itupun bukan uang dari Kivlan Zen. Melainkan uang yang diberikan oleh Habil Marati sebanyak 50 juta yang dibelinya entah dimana pula tutur Tonin.

Kami menganggap tuduhan kepada klien kami terlalu mengada-ada. Apalagi dikaitkan juga dengan tuduhan Makar kepada kliennya. Masa orang sudah uzur punya kekuatan untuk melakukan makar apalagi kliennya tidak memiliki senjata. Ini terlalu memojokkan klien kami dan tidak mendasar.(Mhd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *