by

Akhirnya DKI Jakarta Punya Wagub, Ir. A. Riza Patria Terpilih Jadi Wagub DKI Jakarta

Jakarta, Nusantaratodays.com- Akhirnya DKI Jakarta mempunyai Wakil Gubernur setelah Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2017-2022.
Ahmad Riza Patria unggul perolehan suara dari Nurmansjah Lubis, dengan perbandingan 81-17 suara.

Sebelumnya, panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan 2017-2022, menyiarkan rapat paripurna pemilihan secara terbuka melalui media sosial YouTube.
Sebelumnya, Panlih berencana rapat digelar tertutup untuk publik maupun wartawan, dengan alasan mempertimbangkan pola jaga jarak (physical distancing) demi menekan potensi penularan Covid-19.

Pemprov DKI Jakarta telah memfasilitasi warganya untuk menyaksikan langsung proses pemilihan melalui kanal YouTube.
Ada pun yang menayangkan proses pemilihan itu adalah akun resmi milik pemerintah dengan nama PEMPROV DKI JAKARTA.

Proses pemungutan suara dipimpin oleh Farazandi Fidinansyah selaku Ketua Panlih Wagub DKI Jakarta.
Pantauan di lapangan melalui akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, meja dan kursi masing-masing anggota DPRD DKI Jakarta diberi jarak satu meter.

Proses pemungutan suara dilakukan oleh 106 anggota dewan ini dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama, ada 54 anggota DPRD yang mencoblos satu dari dua kandidat Cawagub DKI.Sementara anggota dewan lainnya berada di ruang transit DPRD DKI yang dibekali sebuah layar televisi.

Setelah tahap pertama selesai, anggota DPRD DKI Jakarta yang berada di ruang transit bergantian dengan anggota DPRD DKI Jakarta yang ada di ruang paripurna, untuk menggunakan hak suaranya.

Ketua Panlih Wagub DKI Farazandi terlebih dahulu mengecek kehadiran anggota dewan dengan memanggil namanya dari daftar yang ada.Setelah itu, Farazandi memanggil satu per satu nama anggota DPRD DKI untuk menggunakan hak pilihnya.Tercatat ada enam bilik surat suara yang disediakan dengan masing-masing tiga di sisi kiri dan kanan ruangan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga hadir dalam acara tersebut.
Posisi kursi Anies sejajar dengan lima pimpinan DPRD DKI Jakarta di barisan paling depan ruang paripurna.Dalam kesempatan itu hadir Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua I DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, dan Wakil Ketua II DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi.Juga, Wakil Ketua III DPRD DKI Jakarta Misan Samsuri dan Wakil Ketua IV DPRD DKI Zita Anjani.

Paparan Tupoksi

Dua kandidat Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta sisa periode 2017-2022 memaparkan tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi) mereka bila terpilih menjadi pendamping Anies Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta.
Kedua kandidat itu adalah Nurmansjah Lubis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Ahmad Riza Patria dari Partai Gerindra.

Hal itu disampaikan keduanya saat mengikuti uji publik yang digelar Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI Jakarta sisa periode 2017-2022 di DPRD DKI Jakarta pada Jumat (3/4/2020) petang.Rapat tersebut digelar secara tertutup dan terbatas, demi menekan potensi penularan Covid-19 yang terjadi di Jakarta.

Hanya sembilan anggota Panlih, dan sembilan orang perwakilan dari seluruh fraksi di DPRD DKI Jakarta yang ada di ruangan tersebut.

Sementara, 88 anggota DPRD DKI yang lain, mereka menyaksikan uji publik tersebut melalui siaran teleconference yang digelar secara pribadi di internal DPRD DKI Jakarta.

Berdasarkan paparan Nurmansjah Lubis yang diterima dari Fraksi PKS, dia menjelaskan fokus kerjanya bila menjadi Wagub DKI.
Pertama, manajemen birokasi untuk mendukung pelaksanaan sejumlah program.

Kedua, pengelolaan anggaran dan aset.
Ketiga, manajemen pelaksanaan rencana pembangunan agar sesuai target.
Keempat, manajemen pelaksanaan kegiatan strategis daerah (KSD).
“Targetnya, memastikan semua program yang telah ditetapkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) bisa berjalan dan tidak tertunda.”

“KSD dapat terlaksana dan penyerapan anggaran yang tinggi melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel,” papar Nurmansjah.
Saat itu, Nurmansjah juga menyebut lima sasaran utamanya bila terpilih menjadi Wagub.
Pertama, meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran, sehingga potensi penyimpangan dan anggaran tidak wajar dapat diketahui sejak awal.
Kedua, meningkatnya efisiensi dan kinerja birokrasi dan kapasitas, integritas, serta profesionalitas SDM Pemprov DKI Jakarta dalam menjalankan program-program pembangunan.

Ketiga, meningkatnya kualitas perencanaan program pembangunan dan keterlibatan publik yang lebih luas, sehingga dapat memastikan semua program bisa dilaksanakan sesuai yang direncanakan.
Keempat, tumbuhnya budaya inovasi dalam pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Terakhir, kelima, meningkatnya kemampuan audit dan pengawasan internal pemerintah daerah untuk menjamin tidak adanya penyimpangan anggaran dan pembangunan.

Sementara, Ahmad Riza Patria berjanji akan membantu gubernur dalam memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan.
Dalam hal membangun pemerintahan yang bersih, modern, dan melayani berbasis transparansi dengan mengembangkan kinerja dan tata kelola pemerintahan untuk merealisasikan rencana kerja hingga 95 persen.

Kedua, membantu gubernur mengoordinasikan serta mengendalikan hal-hal sebagai berikut.
Membuka 200.000 lapangan kerja baru, mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan dengan mengintegrasikan dunia usaha ke dalamnya.
Mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dengan menjaga ketersediaan bahan baku, dan menyederhanakan rantai distribusi dan menyediakan Kartu Pangan Jakarta.

Dia juga ingin menghentikan reklamasi teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta.Membangun pusat-pusat pariwisata dan tempat bersejarah serta pusat kegiatan warga sebagai tempat yang ramah, aman dan sejuk bagi anak, lansia, dan disabilitas.

“Kemudian meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, lembaga sosial, sekolah minggu, dan majelis taklim berbasis atas proposionalitas dan keadilan,” kata Riza.

Ketiga, membantu gubernur dalam memantau dan mengevaluasi program kerja, dalam hal merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP) dalam bentuk KJP Plus.
Juga, merevisi dan memperluas manfaat Kartu Jakarta Sehat (KJS) Plus.
Menyelenggarakan festival olahraga dan kesenian Jakarta.

Keempat, membantu gubernur memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah kabupaten/kota dan sebagainya.

Kelima, memberikan saran dan pertimbangan kepada gubernur dalam rangka pelaksanaan pemerintahan daerah.

DPRD DKI Jakarta akhirnya memilih politikus Partai Gerindra Ahmad Riza Patria sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Wakil Ketua MPR ini akan mendampingi Gubernur Anies Baswedan untuk sisa masa jabatan 2017-2022.

Riza Patria terpilih dalam rapat Parlemen Kebon Sirih, Senin (6/4/2020). Ahmad Riza Patria meraih 81 suara, unggul dibandingkan kandidat dari Partai Keadilan Sejahtera Nurmansjah Lubis dengan 17 suara. Adapun suara tidak sah 2 suara.

Riza dan Nurmansjah diajukan oleh Gerindra dan PKS ke DPRD DKI sebagai calon pendamping Anies. Keduanya muncul setelah dua calon yang diajukan PKS sebelumnya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto tak kunjung diproses DPRD.

Riza bukan sosok baru dalam jagat politik Indonesia. Pria kelahiran Banjarmasin ini telah bergabung di Gerindra sejak partai bentukan Prabowo Subianto itu berdiri.
Pada 2008, misalnya, dia telah didapuk sebagai anggota Tim Supervisi dan Monitoring Pembentukan DPD & DPC Partai Gerindra.

Selain itu menjadi Tim Khusus Verifikasi Partai Gerindra oleh Depkumham.
Dalam perjalananya, sejumlah jabatan strategis partai dipegang mantan anggota Presidium KAHMI ini. Riza juga tercatat sebagai anggota DPR. Dia lolos ke Senayan pada 2014-2019 dan periode sekarang yakni 2019-2024. Riza saat ini juga dipercaya mewakili Gerindra di kursi wakil Ketua MPR.

Pria yang pernah berkecimpung di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini sebelumnya menegaskan, siap mundur dari Parlemen jika terpilih sebagai wakil Anies.
“Terkait aturan PAW (Pergantian Antar Waktu) dan pilkada menurut UU harus mengundurkan diri. DPR mundur, TNI/Polri mundur, PNS mundur, BUMN/BUMD mundur. Itu aturan yang ada dan dikuatkan Mahkamah Konstitusi (MK). Jadi enggak ada pilihan, siapapun yang maju harus mundur,” ujarnya.

Riza lahir dari keluarga reiligus. Ayahnya, Amidhan Shaberah merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada periode 1995-2015. Ayahnya juga pernah menjabat sebagai Dirjen Haji dan Bimas Islam Departemen Agama 1991-1996.

Berikut Profil Ahmad Riza Patria

Lahir: Banjarmasin, 17 Desember 1969
Agama : Islam
Ayah: Amidhan Shaberah (Ketua MUI 1995 – 2015, Dirjen Haji & Bimas Islam Depag, 1991-1996)
Twitter : @arizapatria_
Pekerjaan:
– Anggota DPR 2019 – 2024
– Anggota DPR 2014 – 2019
– Pengusaha

Jabatan :
– Wakil Ketua Komisi II DPR 2014 – 2019
– Wakil Ketua Fraksi Gerindra MPR 2014 – 2019
– Wakil Ketua Komisi V DPR 2019-2024
– Ketua Fraksi Gerindra MPR 2019-2024

Pendidikan Formal:
2008 : Master in Bussines Administration – ITB, Bandung
1997 : Sarjana Teknik Sipil ISTN, Jakarta
1989 : SMA Islam Al-Azhar Pusat, Jakarta
Diklat
2010 : Lemhannas, PPRA XLV – Jakarta
2004 : Trainig ESQ 165 Angkatan Profesional 13 – Jakarta
1990 : Latihan Dasar Kemililiteran – Rindam Jaya
1991 : Kursus Dinas Staff – Universitas Indonesia

Jabatan di Gerindra:
2008 : Tim Supervisi dan Monitoring Pembentukan DPD & DPC Partai Gerindra
2009 : Bappilu Pusat Partai Gerindra – Ketua Divisi Penggalangan dan Kontra Penggalangan
2009 : Tim Pemenangan Pemilu Pilpres Megawati – Prabowo
2014 : Tim Pemenangan Pilpres Prabowo – Hatta 2014
2014 : Tim Pemenangan Pemilu Legislatif Partai Gerindra
2019 : Tim Pemenangan Pemilu Pilpres Prabowo – Sandi
Wirausaha:
1998 – 2009 : Presiden Direktur PT Gala Ray Pratama
1998 – 2003 : Ray White Casablanca, Principal
1997 – 2014 : Presiden Direktur PT Gala Ariatama.(Dbs.Mhd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed