by

“Perguruan Tinggi Peduli Kualitas Hidup Lansia”

Nusantaratodays.com – Menyambut Hari Lanjut Usia Nasional 2020 yang jatuh pada 29 Mei, Unika Atma Jaya bersama dengan Alzheimer Indonesia menyelenggarakan kegiatan gelar wicara dan bernyanyi bersama lansia, ODD (orang dengan demensia), dan juga care giver. Kegiatan yang dibawakan secara daring ini diikuti ratusan kelompok lanjut usia bersama dengan care giver mereka. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini hingga mau belajar menggunakan teknologi untuk acara daring ini.

Seminar daring yang mengulas mengenai “Menuju Lansia Sehat dan Produktif” dibawakan oleh Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S., ahli neurologi dan pengajar Magister Biomedik FKIK Unika Atma Jaya. “Studi menunjukan lansia yang sehat dan produktif lebih dipengaruhi oleh pola hidup dibandingkan faktor genetik, faktor genetik hanya berpengaruh 25 persen. Hal yang bisa dilakukan adalah menghindari faktor risiko dan perbanyak faktor protektif. Tetap aktif adalah kunci bagi kebahagian untuk lansia. Mengapa kebahagiaan penting karena studi menunjukan isoloasi sosial juga memiliki potensi kematian sama besarnya dengan orang yang merokok 15 batang sehari.” terang dr. Yuda

Faktor risiko yang dimaksud antara lain merokok, hipertensi, Diabetes Melitus, depresi, cedera kepala, stress, dan kesepian (loneliness/social isolation). Sedangkan yang dimaksud dengan faktor protektif adalah aktivitas sosial seperti pergi jalan-jalan, mengunjungi saudara, partisipasi kelompok, melakukan ibadah dan kegiatan mengasuh cucu yang melibatkan aspek kognitif seperti membacakan cerita, menyiapkan atau menyuapi makanan.

Melalui kegiatan ini ingin bersama mengajak kita semua agar memberikan perhatian lebih kepada kelompok senior di komunitas kita dalam masa senja mereka. Kepedulian ini makin terasa penting ketika masa pandemi, khususnya bagi kita yang berada dekat atau tinggal dengan lansia.

Rendahnya imunitas tubuh kelompok usia lanjut ini merupakan faktor utama kerentanan mereka pada virus Covid-19. Menurut update oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 28 Mei, pasien dari kelompok umur diatas enam puluh tahun tercatat sebagai penyumbang nomor satu angka kematian akibat infeksi virus corona tertinggi sebanyak 43.6%, disusul dengan kelompok usia 46-59 tahun sebanyak 39.7%. Padahal berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Sisenas) tahun 2019, jumlah lansia di Indonesia mecapai 25,64 juta orang atau sekitar 9,60 persen jumlah penduduk.

Menilik kerentanan yang tinggi bagi lansia, pemerintah melalui Badan Penanggunakangan Bencana Nasional (BNPB) telah mensosialisasikan aturan normal baru ditengah pandemik Covid-19. Masyarakat diminta untuk untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih bijak untuk tidak keluar rumah. Kelompok lansia diminta untuk memberikan perhatian khusus dan tetap berada di rumah serta mengikuti aturan kewaspadaaan universal seperti memakasi masker, cuci tangan, dan physical distancing.

Unika Atma Jaya sendiri melalui Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UAJ memiliki kepedulian besasr pada kualitas hidup lansia yang secara khusus menjadi keunggulan terkait isu lansia dan ilmu geriatrik. Hal ini tercermin melalui tri darma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Demensia merupakan masalah kita bersama. FKIK UAJ secara khusus mempunyai peran yang sangat penting. Kita mempunyai satu tanggung jawab untuk mempersiapkan anak didik kita, para dokter lulusan dari Unika Atma Jaya, menjadi dokter yang mempunyai suatu kompetensi yang plus-plus, khususnya dibidang penanganan pasien dengan demensia,” ujar dr. Yuda

“Sehingga mungkin kita akan melakukan suatu kegiatan, atau suatu workshop, suatu pelatihan, untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam hal, bukan hanya mendeteksi, tetapi bagaimana menata laksana pasien dengan demensia,” tambahnya.

Kampus sebagai tempat anak muda terdidik merupakan model besar bagi agen perubahan. Itu sebabnya Unika Atma Jaya berkomitmen sebagai pusat gerakan anak muda untuk melakukan perubahan sosial. Potensi masa depan kaum muda yang sadar mengenai demensia dan alzhaimer sangat penting bagi temuan mendatang yang berdampak dan relevan bagi bangsa.

Bentuk dukungan UAJ untuk kualitas hidup lansia Indonesia berupa tersedianya Atma Jaya Alzheimer Indonesia Center for Excellence (ATZI) di lingkungan kampus sejak 2018. Fasilitas ini merupakan sebuah ruang bersama untuk mengakses informasi dan edukasi lengkap terkait ODD. Bagi UAJ ini adalah langkah konkrit serta contoh praktik baik kolaborasi antara masyarakat sipil dan institusi Pendidikan Tinggi sehingga melahirkan gerakan dan advokasi yang berdasarkan riset dan menjadi data yang baik bagi para pengambil kebijakan khususnya di bidang kesehatan.

Sebagai bentuk nyata kepedulian kelompok muda, Don Bosco Community (DBS) akan menggelar koser ke-14 bertajuk DBC for ALZI pada pada 14 November 2020 mendatang. Pendapatan dari konser tersebut sepenuhnya akan disumbangkan kepada Yayasan Alzheimer Indonesia, “Itu salah satu bukti mahasiswa FKIK Unika Atma Jaya peduli loh sama lansia”.

Seminar dan Menyanyi Bersama ini juga turut dimeriahkan oleh sejumlah musisi papan atas Indonesia yang juga memiliki perhatian kepada isu demensia dan Alzheimer di Indonesia. Konser daring ini dipandu oleh iringan musik yang diaransemen langsung oleh komposer handal Andi Rianto, dan menghadirkan duet penyanyi seriosa Aning Katamsi, solois tenor Farman Purnama, dan Michelle Oswari, pemenang Atma Jaya Got Talent 2019. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi persembahan dari Unika Atma Jaya dan ALZI bagi ODD dan caregiver, serta diharapkan dapat mendorong kepedulian masyarakat khususnya generasi muda untuk memberikan kualitas hidup yang baik bagi kelompok lanjut usia di Indonesia. (Hasan wd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed