by

KETUM BRIGADE NUSANTARA ENDRI ENDRI PERMANA BERI APRESIASI ATAS KINERJA KEPOLISIAN YANG TELAH BERHASIL MEMBAWA BURONAN JOKO TJANDRA KE INDONESIA

Jakarta,Nusantaratodays. com- Dewan Pimpinan Nasional Ormas Brigade Nusantara (Brinus) memberikan rasa apresiasi yg tinggi kepada Pemerintah, dalam hal ini Presiden RI atas ketegasan dan keseriusan menangkap terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali yang buron, Djoko Tjandra.

Penghargaan itu juga sangat pantas dialamatkan kepada jajaran Polri, khususnya Kabareskrim Polri yang telah menunjukkan respons cepat menanggapi tuntutan publik yang tinggi dalam mengusut kasus ini.

Kami sebagai organisasi dan kontrol pemerintah mengapresiasi langkah cepat Presiden Jokowi yang secara tegas memerintahkan Kapolri dan Kabareskrim untuk menangkap Djoko Tjandra di manapun berada. Tentu saja kita ketahui kalau Djoko Tjandra itu buronan lama. Pak Jokowi menjawab keraguan publik dalam keseriusan upaya menangkap buronan yang merugikan uang negara,” ungkap Ketua Umum Brinus Endri Hendra Permana.

Dia mengatakan, setiap kasus hukum yang terjadi harus diusut tuntas hingga ke akarnya. Dalam hal ini, tegasnya, Kabareskrim Polri telah memperlihatkan keseriusan seperti yang diharapkan publik.

“Kami apresiasi juga karena Polri, khususnya Kabareskrim telah responsif dan sangat cepat dalam merespon keinginan publik,” puji Endri dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2020).

Namun, dia juga menyampaikan agar Polri tidak berpuas diri terhadap apa yang telah dilakukan. Pasalnya, masih banyak PR yang harus dituntaskan, terutama dalam kasus-kasus lain yang telah merugikan negara.

“Kerja bagus buat Kabareskrim dan tim yang dibentuk kepolisian dalam menangkap Djoko Tjandra di Malaysia, tapi jangan berpuas diri, tangkap juga buronan-buronan lainnya,” tegas Ketum Brinus.
Dia menegaskan,Brigade Nusantara akan terus memberikan masukan dan kritik. Demikian sebaliknya, dukungan dan support akan selalu mengiringi kinerja penegakan hukum.

Dia juga mengimbau agar perayaan Idul Adha ini dijadikan momentum refleksi dan ajang bersih-bersih secara keseluruhan lembaga penegak hukum di Indonesia.

“Bersih-bersih kelembagaan, menyembelih sifat-sifat buruk dalam penegakan hukum ” tegas Ketum Brinus menutup pembicaraan. (Muhidin)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed