Pedagang Eks Pasar Taman Puring Kecewa, Tagih Janji Revitalisasi Pramono Anung

Kasus8 Dilihat

Jakarta – Harapan ratusan pedagang eks Pasar Taman Puring untuk kembali berdagang di pasar yang direvitalisasi terancam pupus. Mereka mengaku kecewa setelah muncul informasi bahwa kawasan bekas Pasar Taman Puring akan dialihfungsikan menjadi taman difabel pada 2027.

Para pedagang menilai rencana tersebut berbeda dengan komitmen yang sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyebut Pasar Taman Puring akan dibangun kembali sebagai pasar rakyat.

Perwakilan pedagang, Januar, mengatakan para pedagang hanya menginginkan pemerintah merealisasikan janji revitalisasi agar mereka dapat kembali berjualan dengan tempat yang lebih layak.

“Kami memohon agar sesuai dengan janji Bapak Gubernur saat menyampaikan di media. Beliau mengatakan Pasar Taman Puring adalah pasar rakyat yang dibutuhkan masyarakat. Kami berharap janji itu bisa dipenuhi,” ujar Januar.

Menurutnya, isu alih fungsi kawasan menjadi taman membuat para pedagang kehilangan kepastian atas masa depan usaha mereka. Padahal, ratusan keluarga menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di Pasar Taman Puring.

“Kami merasa kecewa. Awalnya kami berharap pasar direvitalisasi, tetapi sekarang yang kami dengar justru akan dijadikan taman difabel. Kami tidak tahu kenapa bisa berubah seperti itu,” katanya.

Pasar Taman Puring sendiri terbakar pada 28 Juli 2025. Kebakaran itu meludeskan kios beserta barang dagangan para pedagang. Sejak saat itu, sebagian pedagang tetap bertahan dengan membuka lapak dan tenda darurat di sekitar lokasi bekas kebakaran demi mempertahankan mata pencaharian.

Kepala Pasar Taman Puring, H. Warman, mengatakan dampak kebakaran masih dirasakan hingga kini. Selain kehilangan seluruh barang dagangan, jumlah pengunjung juga menurun drastis sehingga omzet para pedagang ikut merosot.

“Barang kami habis semua saat kebakaran. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Lalu daya beli masyarakat juga menurun. Pengunjung ke Taman Puring sekarang jauh berkurang dibanding sebelum kebakaran,” ungkap Warman.

Ia menilai kondisi tersebut semakin membebani para pelaku UMKM yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup di kawasan perdagangan tersebut.

Menurut Warman, hingga kini para pedagang belum memperoleh kepastian mengenai kelanjutan revitalisasi Pasar Taman Puring. Meski aspirasi mereka sempat mendapat perhatian dari sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, belum ada keputusan yang memberikan kejelasan bagi para pedagang.

Dengan rencana penataan kawasan yang disebut akan dimulai pada 2027, para pedagang menyatakan akan terus memperjuangkan agar Pasar Taman Puring tetap dipertahankan sebagai pusat perdagangan rakyat.

“Kami masih berharap pembangunan dilakukan sesuai janji awal. Kami butuh dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak yang bisa membantu kami,” katanya.

Warman menegaskan Pasar Taman Puring bukan sekadar tempat berjualan, melainkan salah satu pasar legendaris di Jakarta Selatan yang telah menjadi bagian dari denyut ekonomi masyarakat selama puluhan tahun.

“Pasar Taman Puring ini pasar legendaris. Kami ingin pasar ini tetap bertahan. Kalau pemerintah ingin menata kawasan, silakan dikembangkan dan dikolaborasikan, tetapi jangan menghilangkan pedagang asli dan rakyat kecil yang mencari nafkah untuk keluarga mereka,” ujarnya.

Lebih dari 500 pedagang terdampak kebakaran yang terjadi pada 2025. Mereka berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunda rencana alih fungsi kawasan hingga ada kepastian mengenai pembangunan kembali Pasar Taman Puring sesuai komitmen revitalisasi yang sebelumnya disampaikan.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait aspirasi pedagang maupun kepastian rencana penataan kawasan Pasar Taman Puring menjadi taman difabel pada 2027.