NIAS, – Di Desa I’odano, Kecamatan Somolo Molo, Selasa (4/11/2026), sinar matahari memantul indah dari dinding Gereja AFY yang kini tampak segar dan berseri. Capaian progres fisik 100 persen dalam perehapan rumah ibadah ini menandai selesainya salah satu sasaran nonfisik paling bermakna dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias. Dokumentasi lapangan menampilkan transformasi visual yang menyentuh hati: lapisan cat baru yang rapi menutupi bekas-bekas waktu, mengubah suasana interior menjadi lebih terang, hangat, dan khidmat—sebuah ruang suci yang kini siap menampung doa-doa jemaat dengan kenyamanan dan martabat yang layak.
Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa renovasi gereja bukan sekadar proyek estetika, melainkan afirmasi negara terhadap hak konstitusional warga untuk beribadah dengan tenang. “Kami tidak hanya mengecat dinding; kami sedang merawat ketenangan batin umat. Ketika jemaat masuk ke sini dan merasa damai, itulah indikator keberhasilan TMMD yang sesungguhnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam proses pengecatan dan pembersihan adalah bentuk partisipasi aktif yang membuat gereja ini terasa sebagai milik bersama, melampaui batas agama dan suku.
Kehadiran Satgas TMMD di lokasi Gereja AFY membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia hadir sebagai pelindung pluralitas dan penjaga harmoni sosial. Ketika prajurit memegang kuas cat dengan ketelitian yang sama seperti saat memegang senjata, ia sedang menyampaikan pesan universal bahwa menjaga tempat ibadah adalah bagian dari menjaga kedaulatan bangsa. Warisan TMMD ke-130 di I’odano kelak tidak hanya berupa bangunan gereja yang cantik dan terawat, tetapi juga keyakinan mendalam bagi seluruh warga Nias bahwa di negeri ini, setiap doa dihargai, setiap iman dilindungi, dan setiap rumah ibadah adalah saksi bisu bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari rasa hormat yang tulus terhadap keberagaman.
