Bangku Kayu dan Dinding Bersinar Menanti Umat, Progres Perehapan Gereja Stasi Santo Bartolomeus Capai 95%

BERITA, TNI4 Dilihat

 

NIAS  – Di dalam ruang ibadah Gereja Katolik Stasi Santo Bartolomeus, Jumat (6/11/2026), suasana khidmat mulai terasa meski pekerjaan belum sepenuhnya tuntas. Barisan bangku kayu berwarna cokelat hangat telah tertata rapi menghadap altar, sementara dinding putih beraksen merah menyala terang di bawah lampu sorot, menandai capaian progres perehapan sebesar 95 persen dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias. Dokumentasi lapangan menampilkan personel Satgas yang bekerja dengan hati-hati di area sakral: ada yang berdiri di atas perancah menyelesaikan detail cat bagian atas, ada pula yang mengatur posisi bangku jemaat—sebuah visualisasi bahwa renovasi gereja bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan upaya merawat martabat spiritual umat melalui sentuhan fisik yang penuh hormat.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa gereja adalah rumah bagi jiwa masyarakat. “Kami tidak hanya mengecat dinding atau memasang bangku; kami sedang menyiapkan ruang di mana umat bisa bertemu dengan Tuhan dalam kenyamanan dan ketenangan. Setiap detail finishing dikerjakan dengan presisi karena ini adalah tempat suci,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sisa pekerjaan 5 persen akan diselesaikan segera dengan standar kualitas tertinggi, memastikan gereja siap menyambut jemaat untuk beribadah tanpa gangguan, sekaligus menjadi landmark kebanggaan komunitas Katolik di wilayah tersebut.

 

Kehadiran Satgas TMMD yang turun langsung merenovasi fasilitas keagamaan membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia menghormati pluralitas dan memahami bahwa ketahanan bangsa juga dibangun dari kerukunan beragama. Ketika prajurit memegang kuas cat dan palu di dalam gereja, ia sedang menyampaikan pesan universal bahwa menjaga tempat ibadah adalah bagian dari menjaga kedaulatan hati rakyat. Warisan TMMD ke-130 di Stasi Santo Bartolomeus kelak tidak hanya berupa bangunan gereja yang indah dan terawat, tetapi juga keyakinan mendalam bahwa di negeri ini, setiap iman dilindungi dan setiap doa dihargai—simbol abadi bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari kepedulian terhadap hal paling sakral: menyediakan ruang yang layak bagi manusia untuk bersujud dan menemukan kedamaian.