Ajarkan Kepedulian, Siswa SMAN 11 Galang Bantuan untuk NTT

BERITA8 Dilihat
banner 468x60

Jakarta — Kepedulian terhadap penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) ditunjukkan siswa SMA Negeri 11 Jakarta Timur dengan menggalang dan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah. Aksi tersebut merupakan hasil kolaborasi sekolah, Komite SMAN 11 Jakarta Timur, serta DPC Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) Jakarta Timur, Jumat, (02 Oktober 2026).

Kegiatan berlangsung di SMAN 11 Jakarta Timur, Jalan P. Komarudin I, Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

banner 336x280

Bantuan yang dikumpulkan berasal dari partisipasi warga sekolah dan orang tua siswa. Barang yang dihimpun antara lain buku, alat tulis, pena, mistar, serta berbagai perlengkapan sekolah lainnya.

Ketua Komite SMAN 11 Jakarta Timur sekaligus Ketua DPC GPIB Jakarta Timur, Muhammad Amin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap anak-anak yang terdampak bencana dan membutuhkan perlengkapan untuk kembali menjalani aktivitas pendidikan.

“Ini bantuan sosial. Kami bersama sekolah dan orang tua murid menggalang donasi untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” kata Muhammad Amin. Jumat, (02/10/2026).

Menurut dia, kegiatan penggalangan bantuan tersebut juga mengacu pada peran komite sekolah dalam menghimpun dukungan dan bantuan masyarakat untuk kepentingan pendidikan.

“Dasar kami adalah Permendikbud Nomor 75, khususnya Pasal 10, terkait peran komite sekolah dalam menggalang dana dan sumber daya dalam bentuk sumbangan atau bantuan,” ujarnya.

Muhammad Amin menambahkan, bantuan yang terkumpul cukup beragam. Hingga saat ini, sedikitnya 1.720 buku telah dihimpun, ditambah pena, mistar, alat tulis dan perlengkapan sekolah lainnya.

“Bantuan ini berupa alat tulis dan perlengkapan sekolah. Kami sudah menerima sekitar 1.720 buku, kemudian pena, mistar dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Ia menyebut pengumpulan bantuan melibatkan orang tua siswa dari kelas X, XI dan XII, termasuk berbagai kelas paralel.

Ajarkan Siswa Berbagi

Kepala SMAN 11 Jakarta Timur, Dra. Penina Sinambela, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan pendidikan karakter yang selama ini diterapkan kepada para siswa, khususnya mengenai pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.

Menurut Penina, kebiasaan berbagi dapat dimulai dari lingkungan terdekat sebelum berkembang menjadi kepedulian terhadap masyarakat yang lebih luas.

“Saya selalu mengajarkan kepada anak-anak bahwa berbagi itu sangat penting. Kalau di rumah punya lebih, misalnya makanan, bisa dibawa lebih untuk berbagi dengan teman,” kata Penina.

Ia mengatakan pesan tersebut kemudian dikembangkan ketika sekolah mengetahui adanya kondisi masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Informasi mengenai kebutuhan penyintas, termasuk perlengkapan pendidikan, menjadi salah satu alasan sekolah mengajak siswa dan orang tua untuk berpartisipasi.

“Ketika terjadi gempa di NTT dan kami melihat pemberitaannya, ada anak-anak yang kehilangan buku dan seragam. Melalui komite, kami sampaikan kepada anak-anak dan orang tua, kalau ada yang bisa dibagikan, silakan berbagi,” ujarnya.

Penina mengapresiasi antusiasme warga sekolah yang turut berpartisipasi. Menurutnya, jumlah buku yang berhasil dikumpulkan menunjukkan kepedulian siswa dan orang tua terhadap sesama.

“Puji Tuhan, buku yang terkumpul lumayan banyak,” katanya.

Berharap Bantuan Tepat Sasaran

Penina berharap seluruh bantuan yang dikumpulkan dapat benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak bencana, terutama anak-anak yang kehilangan perlengkapan pendidikan.

“Harapan saya, apa yang diberikan anak-anak ini bisa bermanfaat. Saya selalu berpesan kepada komite agar bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga berharap pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi siswa untuk terus memiliki kepedulian sosial.

“Seberapa pun yang bisa disumbangkan, ketika kita berbagi, manfaatnya akan dirasakan oleh orang yang menerima. Saya berharap anak-anak tetap bisa berkontribusi ketika ada kejadian seperti ini,” kata Penina.

Sementara itu, Muhammad Amin berharap gerakan sosial tersebut tidak berhenti pada bantuan untuk penyintas gempa NTT. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, komite, orang tua, dan organisasi masyarakat dapat terus dilakukan ketika terjadi bencana di berbagai daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berjalan. Yang paling penting, seluruh kegiatan tetap sesuai dengan aturan dan bantuan benar-benar diberikan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Bantuan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap korban bencana dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Bagi para siswa, buku dan alat tulis yang mereka sisihkan bukan sekadar barang, tetapi menjadi bagian dari upaya membantu anak-anak penyintas bencana agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *