Di Balik Lembaran Sirih, Satgas TMMD Nias Merajut Kemanunggalan Lewat Bahasa Cinta “Manginang”

BERITA, TNI9 Dilihat
banner 468x60

 

 

banner 336x280

NIAS – Di sebuah teras rumah kayu di pedalaman Nias, Selasa (3/11/2026), bukan suara komando atau derap sepatu boot yang terdengar, melainkan gelak tawa dan obrolan hangat dalam dialek setempat. Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0213/Nias sedang duduk bersila bersama warga, menikmati tradisi manginang atau makan sirih—sebuah ritual adat yang jauh lebih bermakna daripada sekadar kebiasaan mengunyah. Dalam momen komunikasi sosial (Komsos) ini, daun sirih, kapur, dan pinang yang disusun rapi menjadi media diplomasi budaya paling efektif, mengubah jarak formal antara prajurit dan warga menjadi keakraban layaknya saudara sedarah.

 

Serma Mhd. Syukur Zebua, personel Satgas yang aktif terlibat dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa manginang adalah kunci untuk membuka hati masyarakat Nias. “Ketika kami menerima dan menikmati sirih yang disuguhkan, itu tanda kami menghormati tuan rumah dan bersedia menjadi bagian dari keluarga mereka. Bukan hanya soal rasa, tapi soal penerimaan,” ujarnya. Ama Ucok, salah seorang tokoh warga yang hadir, menambahkan bahwa antusiasme personel TNI saat diajak manginang menunjukkan ketulusan mereka. “Makan sirih itu kan khas kami. Saat bapak-bapak TNI menerimanya dengan senang, kami tahu mereka benar-benar ingin menyatu dengan kami, bukan sekadar datang lalu pergi,” ungkapnya dengan senyum lebar.

 

Kehadiran Satgas TMMD ke-130 di Nias membuktikan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman budaya, bukan hanya pengerjaan fisik. Ketika prajurit belajar mengunyah sirih dengan benar, mereka sedang belajar membaca kode sosial dan nilai-nilai leluhur masyarakat setempat. Warisan kemanunggalan di sini kelak tidak hanya berupa jalan atau gedung yang kokoh, tetapi juga ikatan batin yang terjalin lewat lembaran sirih—simbol bahwa Tentara Nasional Indonesia hadir bukan sebagai orang asing, melainkan sebagai anak negeri yang siap hidup, bekerja, dan tumbuh bersama rakyat Nias dalam suka maupun duka.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *