Enam Tahun Menanti, Eka Putra Zakran Akhirnya Kembali Mengabdi di Almamater UMSU

Berita10 Dilihat
banner 468x60

MEDAN — Kandidat Doktor Eka Putra Zakran, SH, MH, Ketua Umum DPP AdNI yang juga menjabat Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan Bidang Hukum, HAM, LHKPN dan LBH-AP periode 2022-2027, melakukan kunjungan napak tilas ke Kantor Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Hukum UMSU di Jalan Kapt. Muchtar Basri No. 3, Medan.

Kunjungan tersebut dilakukan Eka Putra Zakran, yang akrab disapa Epza, setelah dirinya resmi bergabung sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dengan unit kerja di Fakultas Hukum UMSU.

banner 336x280

Bagi Epza, kunjungan itu bukan sekadar kembali ke lingkungan kampus. Ia mengaku ingin mengenang perjalanan panjang dan perjuangannya ketika menjadi kader IMM Fakultas Hukum UMSU.

Epza yang kini juga tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Program Studi Hukum Islam UINSU Medan tersebut merupakan mantan Sekretaris Bidang Organisasi PK IMM Fahum UMSU periode Amaliah 2004-2005 serta Ketua Bidang Kader dan Alumni periode Amaliah 2004-2006.

Dalam kunjungannya, Epza kembali menceritakan berbagai pengalaman yang dilaluinya bersama rekan-rekan seperjuangan di IMM. Mulai dari Masa Ta’aruf (Masta), pelatihan, perkaderan, seminar, bakti sosial hingga mengikuti program studi banding PK IMM Fahum UMSU ke University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2005.

Ia menyebut kantor kecil PK IMM Fahum UMSU di bawah tangga kampus memiliki arti khusus dalam perjalanan hidupnya.

“Alhamdulillah, setelah enam tahun menunggu, sekarang tibalah saatnya saya harus berdedikasi dan mengabdikan diri di almamater UMSU, kampus unggul, cerdas, dan terpercaya ini,” ujar Eka.

Menurutnya, pengalaman sebagai pengacara telah memberikan banyak pelajaran selama berkiprah di luar kampus. Namun, ia menegaskan tidak pernah melupakan almamater, khususnya Fakultas Hukum UMSU dan lingkungan PK IMM Fahum.

“Sebagai pengacara saya banyak mendapatkan pengalaman di luar, tapi saya tidak pernah melupakan almamater saya, Fakultas Hukum UMSU. Terlebih kantor PK IMM Fahum yang berada di bawah tangga ini. Banyak kenangan di sini,” katanya.

Ia mengatakan, tempat tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi dirinya dan para kader IMM lainnya. Di sana, mereka belajar menggelar rapat, berdebat, bermusyawarah, berlatih administrasi, membangun mimpi hingga berbagi makanan melalui tradisi yang mereka sebut sebagai “nasi umat”.

Menurut Epza, seluruh proses tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kaderisasi IMM untuk mempersiapkan generasi yang kelak mampu memegang amanah kepemimpinan umat.

“Amanat IMM dalam bait Mars IMM adalah mempersiapkan tampuk pimpinan umat nanti. Jadi, semua yang kami lakukan saat itu adalah bagian dari proses belajar,” ujarnya.

Ia juga mengaku masih mengingat kuat jargon IMM yang menjadi salah satu prinsip yang melekat dalam perjalanan kaderisasinya, yakni “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual.”

Selain jargon tersebut, Epza juga menyebut motto IMM yang hingga kini tetap dipegangnya, yakni “Billahi fii sabilil haq, fastabiqul khairat.”

Kembali ke lingkungan kampus, menurut Epza, menjadi momentum untuk menyambungkan kembali perjalanan masa lalu dengan pengabdian yang kini dijalaninya sebagai akademisi.

Nama Eka Putra Zakran belakangan juga dikenal dengan sapaan “UDA”, yang ia sebut sebagai singkatan dari “Ustadz Dunia Akhirat”.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *