GPIB Rayakan Empat Tahun Perjalanan, Siapkan Gerakan Pendidikan Nasional

BERITA75 Dilihat
banner 468x60

Jakarta — Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 pada Kamis (1/10/2026), bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Mengusung tema “Merajut Pendidikan, Menyalakan Masa Depan” dan semangat “4 Tahun Bergerak, Berdaya, Berdampak”, GPIB menargetkan perluasan kepengurusan di 38 provinsi serta penguatan program pendidikan bagi generasi muda.

Tasyakuran yang berlangsung sederhana tersebut dihadiri jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPIB, pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta, serta sejumlah undangan.

banner 336x280

Acara diawali dengan penampilan seni tari oleh Annisa Syifa Rahmadhani, siswi kelas XII F SMAN 11 Jakarta Timur. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengurus, doa syukur kepada Allah SWT, dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan organisasi sejak didirikan pada 1 Oktober 2022.

Agung Karang Targetkan GPIB Hadir di 38 Provinsi

Ketua Umum DPP GPIB, Ir. Agung Karang, mengatakan usia empat tahun menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat konsolidasi dan memperluas jangkauan gerakan pendidikan di Indonesia.

Ia menyebut, saat ini kepengurusan wilayah yang telah terbentuk dan dilantik berada di DKI Jakarta dan Banten. GPIB selanjutnya menargetkan pembentukan kepengurusan di sejumlah provinsi lain, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan.

“Target kami adalah konsolidasi organisasi, kemudian pembentukan dan pelantikan DPW GPIB di 38 provinsi. Kami juga akan mengadakan seminar, webinar, dan kajian-kajian untuk memberikan masukan serta saran kepada pemerintah demi kemajuan pendidikan Indonesia,” ujar Agung kepada awak media.

Menurut dia, pengembangan organisasi juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai organisasi, lembaga, dan instansi pemerintah.

Agung menegaskan, GPIB berupaya menjadi organisasi yang netral dan tidak berpolitik praktis. Ia berharap gerakan yang dibangun dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas.

“Walaupun langkah yang kita lakukan kecil, kalau dikerjakan bersama-sama dan berkelanjutan, dampaknya bisa menjadi besar. Untuk menuju Indonesia Emas, pendidikan harus menjadi prioritas dan generasi muda perlu mendapatkan perhatian,” katanya.

Agung menambahkan, GPIB berencana memperluas kegiatan edukasi dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, pencegahan perundungan atau bullying, kenakalan remaja, tawuran, hingga geng motor.

Melalui kegiatan tersebut, GPIB berharap dapat berkontribusi dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Arthur Noija Soroti Pendampingan Pendidikan

Salah satu Dewan Penasihat DPP GPIB, Arthur Noija, mengatakan peringatan HUT ke-4 harus menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam menjawab tantangan pendidikan, khususnya di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi.

Arthur menilai pendidikan memiliki peran mendasar dalam membangun bangsa. Karena itu, organisasi masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan perlu mendapatkan ruang untuk berkontribusi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Bangsa yang besar itu dimulai dari pendidikan. Momentum ulang tahun GPIB ini menjadi langkah untuk menghadapi era globalisasi dan digitalisasi, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap dunia pendidikan,” ujar Arthur.

Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap masyarakat dan peserta didik yang belum mendapatkan pendampingan pendidikan secara memadai, termasuk di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Arthur, di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, pemerataan akses informasi, sosialisasi, dan pendampingan pendidikan masih perlu menjadi perhatian bersama.

Ia berharap GPIB dapat memperluas kegiatan hingga menjangkau lima wilayah administrasi Jakarta, sehingga program pendidikan dan pembinaan karakter dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Arthur juga mendorong penguatan wawasan kebangsaan, budi pekerti, serta nilai-nilai pendidikan yang mendukung kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami, dengan bertambahnya usia GPIB, organisasi ini semakin maju dan mampu mengambil bagian dalam mendampingi masyarakat, khususnya anak-anak yang masih membutuhkan perhatian di bidang pendidikan,” katanya.

DPW DKI Jakarta Siapkan Program MeSRA hingga Jumat Berkah

Sementara itu, Ketua GPIB DPW DKI Jakarta, Edy Dwiyanto, SE, mengatakan pihaknya mengedepankan prinsip kompak, solid, dan gotong royong dalam menjalankan program organisasi.

Edy menjelaskan, DPW DKI Jakarta telah menggagas sejumlah kegiatan sosial dan pendidikan, di antaranya DP Peduli, MeSRA atau Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, serta Jumat Berkah.

Program DP Peduli diarahkan untuk kegiatan sosial, termasuk kepedulian terhadap anak yatim. Sementara MeSRA berfokus pada upaya mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang ramah bagi anak.

“Kami memiliki motto kompak, solid, dan gotong royong. Program yang sudah berjalan antara lain DP Peduli, MeSRA, dan Jumat Berkah. Ke depan, kami juga menyiapkan program pencegahan narkoba, stop tawuran, serta sekolah sehat,” kata Edy.

Ia berharap program-program tersebut dapat menjangkau berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah kejuruan (SMK).

Menurut Edy, kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan program pendidikan dapat berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata.

Ia juga berharap GPIB DPW DKI Jakarta dapat memperluas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta pembinaan generasi muda.

Marsahid Dorong Perluasan Kepengurusan Daerah

Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPP GPIB, Marsahid, mengatakan perluasan kepengurusan di daerah menjadi salah satu agenda penting organisasi memasuki tahun kelima.

Ia menyebut, setelah empat tahun berdiri, GPIB telah memiliki dua kepengurusan wilayah yang dilantik, yakni DKI Jakarta dan Banten.

“Harapan kami, dalam satu tahun ke depan bisa melantik kepengurusan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan GPIB bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Marsahid.

Menurut dia, pembentukan kepengurusan di berbagai provinsi diharapkan dapat memperluas jangkauan program dan membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya.

Perluasan tersebut juga diharapkan membuat kegiatan edukasi dan pembinaan generasi muda dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Memasuki Tahun Kelima, GPIB Hadapi Tantangan Implementasi Program

Peringatan HUT ke-4 GPIB tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menegaskan kembali komitmen organisasi terhadap kemajuan pendidikan Indonesia.

Dengan target pembentukan kepengurusan di 38 provinsi, pengembangan program edukasi di sekolah, serta kerja sama dengan berbagai lembaga, GPIB berupaya memperluas peran masyarakat dalam mendukung pendidikan.

Memasuki tahun kelima, tantangan organisasi adalah merealisasikan target perluasan wilayah dan memastikan program-program yang direncanakan terlaksana secara berkelanjutan.

Semangat “Merajut Pendidikan, Menyalakan Masa Depan” menjadi landasan GPIB untuk mendorong kolaborasi, memperkuat pembinaan karakter, dan mendukung lahirnya generasi muda yang berdaya saing.

Tasyakuran ditutup dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang disaksikan jajaran pengurus DPP GPIB dan DPW DKI Jakarta.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *