Lomba PBB Buka Festival Batu Penggilingan IV, 20 Tim PPSU Adu Kekompakan

banner 468x60

JAKARTA — Festival Batu Penggilingan IV di Jakarta Timur diawali dengan lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang diikuti petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari 20 kelurahan.

Kegiatan yang digelar di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan, Jalan Kalibuaran, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, tersebut menjadi ajang bagi para petugas yang dikenal dengan sebutan Pasukan Oranye untuk menunjukkan kedisiplinan dan kekompakan.

banner 336x280

Lomba PBB menjadi salah satu agenda pembuka Festival Batu Penggilingan IV yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Penilaian peserta mencakup kekompakan gerakan, kedisiplinan, ketepatan waktu, serta kemampuan bekerja dalam satu tim.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PAN Komisi B, Syahroni, mengatakan kegiatan tersebut sengaja melibatkan PPSU karena ingin membangun kedisiplinan sekaligus memperkuat kekompakan para petugas di lapangan.

“Tujuannya memberikan rasa disiplin kepada mereka, tepat waktu dan kekompakan dalam tim,” kata Syahroni.

Menurutnya, terdapat sekitar 400 peserta yang mengikuti lomba dari wilayah Kecamatan Cakung, Matraman dan Pulogadung.

Syahroni mengatakan Festival Batu Penggilingan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Festival juga menjadi sarana untuk mendorong perubahan lingkungan secara langsung.

“Harapannya setelah kegiatan ini teman-teman bisa baris-berbaris lebih rapi, lebih disiplin. Kemudian lingkungan sendiri menjadi rapi, bersih dan tertata,” ujarnya.

Selain lomba PBB, festival tahun ini juga menitikberatkan pada persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah. Warga bersama PPSU akan melakukan pembersihan kawasan sepanjang pinggir kali, merapikan lingkungan, menata gang, hingga mempercantik sejumlah titik interaksi warga.

Kegiatan pemilahan sampah dari sumber juga menjadi bagian dari rangkaian festival. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari lingkungan masing-masing.

Ketua Panitia Festival Batu Penggilingan IV, Ustaz Muhammad Sehu atau Suhe, mengatakan lomba PBB menjadi momentum untuk memperlihatkan sisi lain dari tugas PPSU kepada masyarakat.

“Kita undang PPSU untuk menampilkan keterampilan-keterampilan berbarisnya. Selama ini mereka bekerja, kita tunjukkan juga kepada masyarakat bahwa mereka bisa berbaris,” kata Suhe.

Ia mengatakan 20 peserta berasal dari kelurahan di tiga kecamatan. Panitia juga menyediakan hadiah yang berasal dari dukungan para sponsor sebagai bentuk penghargaan kepada peserta.

Festival Batu Penggilingan IV akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan hingga akhir pekan. Agenda tersebut mencakup penataan lingkungan, lomba pemilahan sampah, bazar UMKM, pentas seni budaya, hadrah, lomba rebana, serta sejumlah kegiatan masyarakat lainnya.

Festival ini digelar di kawasan Cagar Budaya Batu Penggilingan yang memiliki nilai sejarah terkait industri gula pada masa lampau. Keberadaan situs tersebut menjadi salah satu alasan festival rutin digelar untuk memperkenalkan sejarah kawasan kepada masyarakat.

Suhe berharap masyarakat semakin mengenal sekaligus memiliki kepedulian terhadap keberadaan situs sejarah tersebut.

“Kita berharap masyarakat merasa memiliki Batu Penggilingan yang bersejarah ini dan bisa memeliharanya sampai anak cucu kita,” ujarnya.

Dengan menggabungkan lomba PPSU, gerakan kebersihan, pemberdayaan UMKM, serta seni budaya, Festival Batu Penggilingan IV diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk mewujudkan Jakarta yang lebih bersih dan tertata.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *