Dandim 0213/Nias : Jembatan Modular Sungai Nou Diharapkan Buka Akses dan Gerakkan Ekonomi Warga

BERITA, Daerah, TNI8 Dilihat
banner 468x60

 

GUNUNGSITOLI – Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., melaksanakan monitoring langsung pembangunan Jembatan Modular di atas Sungai Nou, Desa Lolomoyo Tuhemberua, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan intensif terhadap Program Pemerintah Pusat melalui TNI Angkatan Darat Tahun 2026 di Kepulauan Nias, yang bertujuan mempercepat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

 

Dalam peninjauannya, Dandim tidak hanya memeriksa progres fisik konstruksi, tetapi juga berinteraksi secara personal dengan personel Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para prajurit yang bekerja di tengah tantangan alam, sekaligus memberikan motivasi agar tetap menjaga semangat dan standar kualitas pekerjaan.

 

“Terus semangat dalam bekerja dan laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Apa yang kita kerjakan hari ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan kompromi soal kualitas,” pesan Letkol Inf Indra Rukmana kepada seluruh anggota Satgas.

 

Lebih lanjut, Dandim menekankan tiga aspek krusial yang harus dipatuhi selama proses pembangunan: keselamatan kerja (safety), ketepatan waktu (timeline), dan kualitas konstruksi (quality). Ia mengingatkan bahwa jembatan modular ini akan menjadi akses vital bagi warga, sehingga setiap komponen harus terpasang dengan presisi tinggi dan tahan lama. “Keselamatan personel adalah prioritas utama. Pastikan semua prosedur K3 diterapkan. Jembatan yang berkualitas adalah jembatan yang aman digunakan generasi mendatang,” tegasnya.

 

Jembatan Modular sepanjang ±30 meter yang membentang di atas Sungai Nou ini dirancang untuk mengatasi kendala mobilitas warga Desa Lolomoyo Tuhemberua dan sekitarnya. Selama ini, aksesibilitas wilayah tersebut sering terhambat, terutama saat musim hujan atau debit air sungai meningkat. Dengan selesainya jembatan ini, diharapkan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat—mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan—dapat berjalan lancar tanpa hambatan geografis.

 

“Kami berharap pembangunan ini dapat segera diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Ini adalah wujud kehadiran negara di pelosok desa,” ujar Dandim mengakhiri monitoring.

 

Kegiatan monitoring ini menegaskan komitmen TNI AD dalam memastikan setiap program pembangunan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga berdampak nyata dan berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat di Kepulauan Nias. Melalui pendekatan pengawasan langsung dari pimpinan, diharapkan standar pelaksanaan karya bakti TNI AD tetap terjaga sebagai simbol pengabdian tanpa pamrih.

 

@Ram

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *