Kerja Sunyi Yahya SE di Perawas: Sulap Sampah Jadi PAD, Beasiswa Jalan, Warga Disiapkan Umroh

BERITA, Daerah33 Dilihat
banner 468x60

NUSANTARA TODAY’S | BELITUNG – Di saat 42 desa di Belitung kelimpungan akibat pemangkasan Dana Desa 2026, Desa Perawas justru punya napas panjang. Kuncinya ada pada kerja sunyi Kepala Desa Perawas, Yahya SE, yang selama lebih dari 4 tahun membangun 6 pilar pembangunan yang saling menghidupi.

Bukan sekadar membangun fisik, Yahya membangun ekosistem. Dari pendidikan hingga keagamaan, semua dirangkai menjadi satu sistem kemandirian desa.

banner 336x280

1. Pendidikan: Beasiswa SD-SMA Sampai Gerbang Kampus

Di Perawas, putus sekolah karena biaya hampir tidak ada cerita. Yahya menjalankan program beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah gratis untuk tingkat SD hingga SMA, serta membuka jalan kerja sama dengan perguruan tinggi agar anak-anak desa bisa kuliah.
“Kami tidak ingin anak Perawas kalah sebelum bertanding hanya karena biaya,” ujar Yahya dalam satu kesempatan.

2. Budaya: Rumah Adat dan Maras Taun Sebagai Perekat

Bagi Yahya, budaya adalah modal sosial. Pembangunan rumah adat dan penghidupan kembali tradisi Maras Taun bukan untuk tontonan, tapi untuk menghidupkan kembali gotong royong yang mulai luntur. Dari budaya, ia bangun kebersamaan.

3. Sosial: Hadir di Saat Paling Sulit

Ini yang paling dirasakan warga. Bantuan kesehatan bagi yang sakit, santunan duka bagi keluarga yang ditinggalkan, hingga perencanaan pemakaman baru yang layak dan tertata. Negara hadir dalam bentuk pemerintah desa, di saat warga paling membutuhkan.

4. Ekonomi: PAD Desa Dari Hal Yang Dibuang Orang

Terobosan paling berani. Yahya mengubah sampah menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui unit usaha BUMDes. Ditambah pengelolaan pasar desa dan pengembangan peternakan ayam petelur.

Langkah ini terbukti menyelamatkan desa. Saat Dana Desa Perawas anjlok dari Rp1,3 Miliar pada 2025 menjadi hanya Rp373 juta pada 2026, roda pembangunan tetap berputar karena PAD dari inovasi tersebut.

5. Ketahanan Pangan: Tidak Bagi Ikan, Tapi Bagi Kail

Yahya memilih memberi alat produksi. Mulai dari hibah 2 unit cultivator untuk Gapoktan Panca Sakti, pelatihan budidaya perikanan, hingga pendampingan usaha ternak rakyat. Warga diajak menjadi produsen, bukan penonton.

6. Keagamaan: Memakmurkan Masjid, Memuliakan Manusia

Pilar terakhir adalah penguatan mental. Bantuan rutin untuk kemakmuran masjid terus berjalan, dan kini disiapkan program pemberangkatan umroh bagi imam, guru ngaji, dan warga yang berjasa untuk desa.

Kepemimpinan Yahya SE membuktikan, membangun desa tidak harus gaduh. Enam pilar yang ia bangun di Perawas telah menjadi model kemandirian yang langka di Belitung: mandiri secara ekonomi, kuat secara budaya dan sosial, dan bermartabat secara pendidikan dan agama.

Kini, dengan majunya kembali sebagai Calon Kepala Desa Perawas pada Pilkades 2026, warga Perawas dihadapkan pada pilihan: melanjutkan sistem yang sudah terbukti berjalan atau sebaliknya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *